Trip to Bangkok - Day 3 {full day with yuree}


hari ini jadwalnya ke dusit, wat saket / the golden mount temple, masjid mahanak/ bobae market area.. dan rencana tinggallah rencana :p

sebelum ke bangkok saya sempat mencari-cari teman di couchsurfing, siapa tahu ada yang mau diajak menemani saya jalan-jalan di bangkok, dan akhirnya di respond oleh salah satu orang bernama yuree, sebelum berangkat saya sempat kasih line id saya ke dia, karena sepertinya lebih mudah komunikasi via line daripada inbox di couchsurfing.. dan lucky me! hari ini tanggal 13 may di bangkok adalah hari libur nasional, dikarenakan ada perayaan bulan purnama, (pantas kemarin grand palace sampai ditutup krn ada sembahyang), dan karena saya kemarin tidak jadi ke grand palace, hari ini saya memutuskan untuk balik kesana, ya apalagi kalau bukan penasaran, dan grand palace ini adalah salah satu tujuan wisata utama di bangkok.
transportasi favorit saya selama di bangkok adalah chao phraya river boat, oh ya kalau mau naik chao phraya river boat ini, pilih yang benderanya orange ya, karena ada beberapa bendera seperti orange, biru, kuning dan yang tidak pakai bendera.. yang orange tarifnya 15 baht, sedangkan yang biru (tourist boat tarifnya 40 baht). saya naik dari phra athit ke ta chan.

phra athit pier
phra athit pier

Rama v bridge, dilihat dari dermaga phra athit 


gak pakaai macet kalo naik ini. favorit banget !!
Dermaga Ta Chan ini dekat sekali dengan Grand palace, cuma jalan sekitar 3 menit saja, dan yuree sudah menunggu saya di depan grand palace sambil memberikan saya 1 botol air putih dingin *baiknyaa.

akhirnya saya masuk juga ke grand palace dengan tiket sebesar 500 baht (tiket paling mahal nih) dan untuk warga lokal masuk secara gratiss.
dan begitu masuk lumayan sesak sama pengunjung tapi tetap tidak mengurangi cantik dan megahnya grand palace, di grand palace terlihat banyak sekali stupa/candi/wat yang berbeda style, ada yang keemasan, ada yang serab putih, bahkan ada yang mirip candi di borobudur yang terbuat dari batu. saya foto-foto disini mulai pakai hp, kamera, sampai ngeluarin tongsis yang berujung failed!! *bukan anak tongsis!!


tiket grand palace yang bisa juga dipakai untuk masuk abishek dusit throne hall dan vimanmek mansion









dimana saya puas bisa foto sana sini :)

sedikit banyak yuree menjelaskan tentang grand palace, sebenarnya kita ngobrol tidak hanya tetang grand palace sih, tapi saya banyak tanya tentang kebiasaan atau budaya orang thai, mulai dari nanya yang standar-standar sampai tanya-tanya tentang lady boy yang masih kecil2 (masih pakai seragam, kayaknya smp/sma), tetang raja thai yang dijujung sekali, sampai nanya tentang biksu/monk yang dihormatii sekali disini. karena yuree pernah pertukaran pelajar di bandung selama 1 bulan, jadi dia exited waktu bertemu saya, karena sewaktu dibandung teman-temannya memeperlakukan dia baikk sekali, jadi dia bilang mau memperlakukan orang indonesia dengan lebih baik :) lucky me, dapet teman cuchsurfing super baik !!. oia yuree juga bilang dia kangen banget bandung :)

selesai di grand palace saya sih masuk-masuk aja di museum sekitar grand palace, karena gratis (gak mau rugi udah bayar 500 baht, hehe) ada queen sirikit textile museum (sayang no photo allowed), isinya adalah kain-kain tradional thai, dan baju-baju kenegaraan yang dulu di pakai sama queen sirikit, dan lumayan buat ademin badan juga setelah muter-muter grand palace.

keluar dari grand palace yuri ngajak ke wat rakang.. saya bingung sih karena belum pernah dengar tentang wat rakang. ini salah satu asiknya jalan sama orang lokalnya, dikasih tau spot-spot yang anti mainstream :). kita naik boat ke siriraj hospital, karena saya udah laper sekali, dan yuree tau dimana stall makanan halal, dia bilang kalau makan mending nyebrang dulu ke siriraj hospital, karena disana bukan tourist area dan area kantor jadi range harga makanannya lebih murah daripada disekitaran grand palace. oke sepakat !! 

warung makanan halal ini ada di pinggir jalan, di trotoar sih tepatnya, persis di samping-samping pagar siriraj hospital, adalah tulisan halalnya besar-besar, yuree rekomendasikanuntuk mencoba thai green curry, dan ternyata enakk!!, dan beberapa makanan lainnya masih asing terasa dilidah saya, makanan disana lebih asam dan wangi.


Sambil makan saya tanya ke yang punya warung ada tidak masjid didekat sini, dan dia bilang gak ada, masjid jauh sekali, sampai yuree pun ikut membantu saya cari tempat sholat, dia telpon beberapa temannya yang muslim. dan alhamdulillah dia bilang ada ruangan sholat di siriraj piyamaharajkarun hospital atau disingkat SPIH *pelo banget baca nama rumah sakitnya berulang-ulang tetep gak bener! haha (SPIH tepat disamping siriraj hospital), sampai di siph lantai 3, ternyata musholanya ada di dalam lab, yupp jadi saya harus masuk ke ruangan kerja yang banyak botol-botol kaca lab, mikropkop dan ada seorang yang berjas lab sedang kerja, aneh kan kalau bayangin musholanya ada di dalam lab. dan tempat wudhu yang disediakan juga berupa wastafel. tapi alhamdulillah masih bisa sholat, dan semakin bersyukur tinggal di indonesia , khususnya di jabodetabek, mau cari makanan halal banyak sekali, tinggal nengok kanan kiri ketemu, mau sholatpun rasanya mudah sekali, dimana-mana ada masjid/mushola atau setidaknya ada ruangan khusus sholat. bersyukur :)
yang ada plang hijau itu bertuliskan "prayer room" - jadi musholanya masuk ke lab dulu 

keluar dari SIPH yuree ajak ke pasar wang lang, pasar nya ada di gang sempit dari sisiraj hospital sampai ke wat rakang. kira-kira kita jalan 10 menitan melewati pasar wang lang. pasarnya sih sempit, cuma berupa 1 gang panjang yang kanan kirinya ada toko bahu, restaurant, cafe eskrim/ kopi, dan banyak pedagang makanan kaki lima yang gelar lapak di dpan toko-toko tersebut. setelah sampai di wat rakang lumayan ramai, karena masih di hari keagaam mereka. banyaaaak sekali yang menarik disini, saya sebenarnya walau punya teman budha ,tidak begitu pahan ritual keagamaannya, disini saya diajak yuree membeli/mengambil roti ke salah satu biksu dan dibayar dengan harga sukarela, rotinya mirip roti perancis, tapi kata yuree ini bukan untuk dimakan manusia, tapi khusus buat burung/ ikan, rotinya keras. disana banyak sekali yang menjual ikan, belut, dan tentunya roti. 


pasar wang lang, jual macam-macam mulai dari makanan, baju sampai mainan dan aksesories
Sungai chao phraya merupakan sungai yang dikramatkan oleh umat budha di bangkok, di wat rakang sendiri banyak terdapat burung merpati dan ikan yang super besar (sepertinya ikan lele) yang tidak boleh ditangkap atau dimakan, malahan warga bangkok sering memberi mereka makan. atau mereka juga suka membeli  ikan atau belut (biasanya ukurannya 1 ember) lalu didoakan didepan biksu dan setelah itu dilepas di sungai chao phraya. 





selagi minum dan duduk-duduk di wat rakang, yuree tiba-tiba bilang kalau untuk hari ini FREE masuk ke siam museum, ahhh feel so lucky!! dengan sigap saya iyakan ajakan yuree ke siam museum

kita menyebrang lagi menggunakan boat, selama jalan-jalan di bangkok saya gak pernah lepas sama air minum, bangkok panas sekaliii, dan sebelum ke siam museum saya sempatkan beli thai ice tea lagi, pokoknya saya udah jatuh cinta nih sama rasa thai ice tea, enaaak bangett. 

Museum siam letaknya di belakang wat pho, jadi saya mampir sebentar ke wat pho, ternyata wat pho itu lumayan kecil tempatnya, di dalamnya ada 1 patung buda tidur yang sangat besar, dari halaman wat pho sudah terlihat sih patung budhanya, dan karena saya tidak begitu tertarik masuk wat pho (karena merasa sudah lihat patung budha tidurnya dan juga harga tiketnya ) akhirnya saya langsung ke siam museum.

Siam museum. keren!!
jadi kita akan dikasih id card yang dikalungkan di leher untuk masuk ke siam museum, dan sebelum masuk museum ini, kita harus menonton sejarah thai lewat layar besar *seperti di bioskop, filmnya juga gak serius-serius sekali, malah lucu dan konyol. saya sebenernya tidak begitu mengerti sama alur cerita atau filmnya, tapi bisa buat kita ketawa-ketawa walaupun gak ngerti .

sehabis menonton film, lalu kita bisa bebas masuk ke museum siam, oh ya museum siam ini juga bebas untuk foto, di lantai kedua, kita masuk ke ruangan yang remang-remang dan banyak diorama bangsa thai, ada patung gajah yang sangatt besar. museum siam ini juga interaktif, banyak gamenya juga, misalnya kita bisa main tembak-tembakan meriam dengan layar besar di depan kita, mirip seperti di timezone/fun world. dan hanya ada 1 atau 2 mainan yang tidak berfungsi, selebihnya kondisi masih bagus. juga banyak diorama yang digabungkan dengan audio visual, jadi dioramanya seakan hidup karena di selipkan video-video di dioramanya. pokoknya museum ini keren sekali lah buat saya.

sebenernya saya suka pergi ke museum, tapi kadang suka skip baca sejarah-sejarah yang di jelaskan kalau lagi asik foto-foto/ lihat benda-benda yang menarik. nah sama halnya di museum siam ini, jadi saya tidak terlalu detail membaca satu-persatu penjelasannya.
museumnya fun sekali, dibagi menjadi beberapa ruangan yang temanya beda-beda


kan kan kan.... di zona retro ini paling banyak spot yang bagus buat foto-foto *teteup

ada di suatu ruangan kita bebas untuk pakai pakaian tradisional, mencoba mainan-mainan tradisionalnya, ada di suatu ruangan bertema retro, disana ada 1 buah mobil antik yang bisa dengan bebas dimasuki untuk sekedar foto, atau 1 buah replika bar dan restaurant tahun 80an, spot favorit saya untuk berfoto :). kalau kamu suka melihat film/ drama thai banyak sekali yang ambil gambar di zona retro museum siam ini.
pokoknya kalau kamu ke bangkok, museum siam recomended sekali untuk dikunjungi

oh ya di museum siam ini juga ada temporary museumnya yang berganti-ganti beberapa bulan sekali, sewaktu saya kesana ada museum coocoon atau kepompong, di bagian dekat taman museum siam dibangun sebuah bangunan setengah lingkaran yang dibuat dengan tambang-tambang.

museum temporary tentang kepompong ada di bagian depan siam museum, gratis untuk memasukinya, didalamnya dijelaskan secara detail tentang kepompong, dan juga beberapa produk yang dihasilkan dari kepompong tersebut.

keluar dari museum siam kaki saya sudah cekat cekut. maklum sudah berhari-hari kerjaannya jalan dari pagi-sore nonstop. jadi biar tetep bisa jalan-jalan dan kaki juga istirahat yuree menyarankan untuk menikmati sungai chao phraya river dari tha chan sampai tujuan akhir, yaitu kota nothamburi. nothamburi ini bukan lagi masuk daerah bangkok, mungkin kalau di indonesia nothamburi itu bogor, bekasi/ tangerangnya.. saran yang bagus menurut saya, karena bisa istirahat sebentar sambil lihat-lihat sepanjang sungai chao phraya

tapi diluar dugaan , baru 5 menit di atas boat, langit mulai gelap dan hujan deras. perfect!! saya bisa tidur sebentar..
sampai nothamburi hujan masih sangat deras. sayang sekali, padahal kalau cerah saya mau jalan-jalan di sekitar dermaganya :)
tidak lama di dermaga nothamburi (dermaga paling ujung) kita naik boat lagi untuk ke asiatique, langit sudah mulai cerah dan mulai jingga karena sudah mau masuk waktu malam, ahhh pemandangannya seketika berubah, karena syaa belum pernah naik river boat ketika malam, langitnya pink, semburat oranye, cantiiik

cukup lama sih sampai asiatique, sampai asiatique sudah lapar sekali, dan sudah masuk waktu maghrib, akhirnya saya ke masjid dulu yang berada persis di seberang asiatique, di masjid ini saya sempat ngobrol dengan seorang ibu yang sedang duduk-duduk di bangku luar, dia sudah menebak saya dari malaysia/ indonesia. ternyata dia adalah penjual kaos souvenir di asiatique dan dia bilang dia punya banyak pelanggan dari indonesia/malaysia.

tepat di samping masjid ini banyak pedagang makanan halal. ahh jadi gak usah khawatir lagi untuk makan, saya pesan bamie dengan kuah pink yang rasanya asam pedas. dan juga mencoba somtum disini, rasanya sama saja, asam dan pedas!! tapi enak kok, dan pas sama lidah sayaa.



ngapain saja di asiatique? belanja? naik bianglalanya?? oh tentu tidak.
saya hanya jalan-jalan, lihat lihat toko-tokonya, foto-foto, dan menikmati duduk-duduk di pinggir chao phraya , drama banget yaa?

setelahnya saya pulang dengan naik chao phraya tourist boat, karena yang orange boat hanya beroperasi sampai jam 6 sore. dan itu adalah boat terakhir yang beroperasi

berasaa banget capeknya jalan gak berhenti dari pagi sampai malam...but im just enjoy the moment..
:)


2 comments:

  1. ah seruu bangeett, aku malah ga tau ada museum siam :))

    aku pernahnya ke museum regalia yang pintu masuknya persis deket tempat beli tiket di grand palace, suka sama museum itu soalnya interaktif banget, ada brosur yang dikasih ke pengunjung dan ternyata gambar yang ada di brosur itu kalo dihadapkan ke kamera-kamera yg ada di museum bisa ngejalanin video gitu, kerenn, yukk jalan bareng yukk ;3

    ReplyDelete
    Replies
    1. teteh.. aku justru baru denger nih museum regalia,, kalo serach belum pernah lihat ulasannya
      keren banget yakk. museum2 disana interaktif banget, gak sekedar lihat diorama dan baca text aja :D

      ayoook teh.. ini kayaknya aku minta diajakin jalan udah beberapa tahun lalu ya teh :DD

      Delete

 

Google+ Badge

There was an error in this gadget

Meet The Author

enno.andri karena sebelum lupa, memori yang menyenangkan saya tulis di blog ini, banyak foto, cerita yang panjang. selamat membaca :)

MY CRAFT BLOG