Trip to Bangkok - Day 1 {welcome to bangkok}

khaosan road di malam hari 

Minggu 11 mei 2014
sekitar jam 5 pagi saya sudah sampai soeta, dan sudah banyak orang yang riweuh check in sampai toiletpun sudah ramai sama mbak-mbak yang sudah sedang curhat dengan heboh.
untungnya saya sudah web check in dan ngeprint boarding pass di rumah, jadi tidak perlu antri check in dan bayar fee lagi :)

Setelah lewat imigrasi dan sholat subuh, saya cuma duduk-duduk memperhatikan orang-orang yang wara wiri di depan saya, mulai dari sekelompok ABG dengan koper warna warni dan pakain stylishnya, rombongan keluarga dari kakek nenek sampai cucunya, dan tidak ketinggalan rombongan tur yang hari itu banyak sekali. berisiik :p

dan 3,5 jam berikutnya saya sampai di bangkok !!
captain bilang suhu di bangkok saat itu 32 derajat celcius. *bayangin betapa panasnya

selamat datang di bangkok !!- don mueang international airport

first impression about bangkok :
-gak ada yang berbeda, mulai dari jam, cuaca 
-tetep setiap melihat orang thai gak berasa lihat orang asing, karena wajah yang 11-12 sama orang indonesia.. kecuali kalau mereka berbicara, JELAS perbedaannya

saya mendarat di don mueang international airport yang merupakan salah satu bandara tertua di dunia, airportnya sederhana, tidak terlalu besar dan sedang dalam pembangunan. sampai kalau kita keluar dari terminal kedatangan dan mau ke jalan raya, kita cuma perlu berjalan beberapa meter, di depan bandara don mueang terdapat terminal bis dan stasiun kereta (sayangnya belum terhubung BTS).

Dari pintu keluar bandara don mueang kita tinggal belok kanan sekitar 10 meter dan sampailah di depan jalan raya, dan ada halte bus untuk kepusat kota bangkok .

bus stop di depan don mueang, jembatan layang hijau toska itu menghubungkan kita ke stasiun kereta
untuk yang akan menginap di kawasan khaosan road, soi rambutri atau samsen soi, naik bus nomor 59 (don mueang-sanam luang park) dengan ongkos sebesar 6,5 baht saja kita bisa menjangkau kawasan backpacker yang terkenal itu.
sewaktu naik bus 59 ini ternyata busnya hanya sampai victory monument (mirip seperti kopaja di jakarta yaa suka menurunkan penumpang dimanapun seenaknya), tapi kondektur bus akan kasih tau kita mana bus lanjutan yang bisa kita tumpangi untuk ke khaosan area

bus 59 - bersiiih sekali yaa. dan supir dan kondekturnya pasti pakai seragam rapih


setaip naik transportasi umum di bangkok (boat, bus) selalu dikasih karcis seperti ini
Diturunkan di Victory monument diluar rencana saya, tiba-tiba ada suara dari belakang yang menyapa, saya menoleh karena mengerti omongannya *kaget nih ada orang thai bisa bahasa melayu
'akak darimane? singapore? malaysia?' - begitu kira-kira
(ternyata dia tadi 1 bus dengan saya, dan sepertinya dia melihatku bingung cari bus yang rutenya di tulis dengan aksara thai dan mau membantu) 

dan setelah ngobrol-ngobrol dan memperkenalkan diri, dia adalah akrom, seorang thai yang berasal dari pattani-dekat dengan perbatasan malaysia- yang sedang kuliah di bangkok, karena asalnya dekat dengan perbatasan malaysia, jadi dia bisa sedikit bahasa melayu.
selama ngobrol dengan akrom dia berbicara 3 bahasa sekaligus, melayu-thai-inggris. saya sampai binggung mengartikannya.. 
anyway. thanks to akrom akhirnya saya bisa naik bus yang tepat :)

Dari BTS victory monument saya naik bus ke daerah petchburi secara GRATIS, ini pertama kali naik bus umum gratiss, makanya agak heran karena busnya juga bagus. pokoknya kalau kalian naik bus dan tidak ada kondektur yang membawa tabung karcis datang menghampiri kalian berarti bus itu free alias gratis :D

di beberapa tempat di bangkok kita harus menyebrang di jembatan penyebrangan walaupun harus jalan lumayan jauh dan putar-putar.. sambil jalan untuk mencari jembatan penyebrangan di daerah petchburi aku sempat melewati rm. fareeda fortunee dan soi 7 tempat masjid darul aman berada (rumah makan dan masjid ini sempat saya baca di beberapa blog)
dari daerah petchburi saya naik bus 511 sampai ratchadamnoen dengan ongkos 6,5-10 baht (lupa tepatnya) 
pedestrian di ratchadamnoen yang super lebar dan pohon-pohonnya yang rindang


Di Ratchadamnoen road sedang ramaiii sekali, banyak sekali orang-orang menjual kertas-kertas kecil dengan nomer-nomer acak. i have no idea itu sebenernya apa, saya pikir itu pulsa, tetapi semakin dilihat sepertinya tidak mungkin karena jumlahnya terlalu banyaak -apa mungkin pulsa segitu larisnya??- dan belakangan  saya baru tahu kalau itu lotere. yupp lotere itu legal di thailand.

ini dia para penjual lotere (diambil di daerah victory monument) yang di kawasan ratchadamnoen lebih heboh jualannya
mulai menikmati bangkok..
selanjutnya..
ya saya sibuk menikmati tiap detailnya, asik lihat kiri kanan, memperhatikan apa saja yang ada didepan mata, tidak lupa mulai memotret apa saja, rasanya semuanya menarik :)

saya berjalan melewati the famous khaosan road yang ternyata siang hari tidak ramai, oia saya sebelumnya telah jalan-jalan virtual di sekitar khaosan area melalui google street view *thanks GOD* jadi saya sedikit banyak sudah tau jalan ke arah penginapan kemana, tujuan penginapan pertama saya adalah bamboo guesthouse yang berada di trok khai chai. patokannya adalah sevel di depan benteng phra sumen.
setelah masuk gang yang dimaksud dan ketemulah dengan bamboo guesthouse. okay saya cuma bengong begitu sampai didepan guesthousenya, dengan pagar tinggi dan kesan pertamanya soo spooky! rumah tua dari kayu dengan cat yang sudah mulai mengelupas. akhirnya saya melipir
selama saya mencari penginapan, saya melewati gang-gang kecil dan beberapa orang menyapa dengan bahasa thai, duh cuma bisa bilang"sorry im not thai" - saya selalu dikira orang thai, mulai dari kalau beli makanan, beli minum di sevel, sampai pernah ditanya arah jalan oleh anak muda bangkok *ngok ini kebalik :p
sometimes, you get lost ! - menelusuri salah satu gang di samsen soi
Samsen soi sangat berbeda di khaosan road, bahkan dengan soi rambutri. samsen ini seperti area pemukiman penduduk biasa, hanya ada beberapa guesthouse yang itu juga bentuknya rumah-rumah yang tidak besar, dan samsen soi sangattt tenang. saya pribadi sangat suka dengan kawasan ini, karena selain tenang, dekat dengan bus stop, dermaga phra athit dan kalau sore menjelang malan banyak makanan halal yang berjejer di jalan phra sumen yang hanya 5 menit berjalan kaki :) *karena makanan halal di bangkok agak susah menemukannya.. jadi ini nilai plus buat saya :)

sampai di salah satu penginapan di samsen soi 3 sudah jam 3 sore, setelah istirahat sebentar sehabis maghrib saya berjalan-jalan disekitaran soi rambutri dan  khaosan road yang hari. ternyata jauh jauh lebih ramai sewaktu malam. di khaosan road itu lengkap apa saja yang kita butuhkan sepertinya ada.

lapar, mau makan?? banyak tempat makan, mulai dari resto fast food, resto2 masakan khas thai, pad thai gerobak pinggir jalan, sampai kalajengking-dan segala serangga goreng kering lainnya untuk cemilan juga ada.
kalau capek jalan-jalan dan mau pijat? ada thai massage
kehabisan baju? banyak yang jual baju dan kaos
lupa bawa gadget/charger? ada juga yang jual mulai dari yang baru sampai second
mau sertifikat palsu? ini udah  mulai aneh!!
duh pokoknya ini ramai sekali dan banyak sekali yang dijual disini.
a super duper crowded khaosan road

yang aneh, semenjak turun dari bus dan berjalan-jalan mencari penginapan, saya selalu mencium suatu aroma yang khas, yang sampai sekarang saya tidak tau itu aroma apa, mau ditempat yang banyak pedagang makanannya sampai di gang2 rumah penduduk, dan sampai penginapan jugaaa aroma itu masih ada. mungkin karena belum terbiasa yaa.. alhasil seharian ini saya sama sekali tidak berselera mencoba makanan apapun dibangkok *untungnya ibu saya membawakan 1 kotak bekal yg tujuannya buat sarapan, itu saya makan untuk makan malam :)


SILLY STORY

duh ini salah satu pengalaman traveling yang paling bikin deg degan! sumpah!!!
hahahaha gimana tidak deg-degan, sepulang dari jalan-jalan malam dan beli minum di sevel, saya mau coba pulang ke penginapan dengan jalan lain ,ini antara sotoy sama penasaran mau coba jalan lain, okay kita lihat penampakan jalannya dulu yaa, nama jalannya sam phraya alley *ini kamu ingat-ingat kalau kamu menginap di daerah situ :p
sam phraya alley yang mencekam kalau malam

sam phraya alley ini jauh lebih besar dari 2 jalan ke penginapan saya yang lainnya, kalau sepinya sama saja :p,

jalannya lumayan lebar dan sangat sepi, hanya ada saya dan satu orang kulit putih yang sedang jalan berlawanan arah dengan saya.
saya sih berjalan cuek saja, sampai diujung jalan ada 1 mobil yang terparkir, yang tiba keluarlah 2 makhluk besar yang mengancam!
hahaha ini agak lebay ya ceritanya?
secara tiba-tiba 2 ekor anjing yang lumayan besar muncul dari balik mobil, menatap saya, sambil saut-sautan menggonggong! ya Allah, seketika saya lemes, gak tau mau ngapain, nengok kanan kiri gak ada orang, bule yang tadi berpapasan dengan saya juga pasti sudah jauh..
apa yang kamu lakukan kalau jadi saya??
a. balik pelototin si anjing
b. cuek aja
c. jongkok ! (duh ini pernah ada yang bilang kalau ketemu anjing harus jongkok. hhahahaha)

saya? saya tidak melalukan ketiganya,karena walaupun di daerah rumah saya banyak anjing, tapi saya tetap takut kalau melihat anjing yang menggonggong dan melotot ke saya


ah sudah bisa di tebak, saya berbalik arah dan LARIIIIIII dambil teriak help help help HELP !!!

well saya sedang pakai dress, saya kira kejadian gini cuma di sinetron2 komedi *senderan di bawah pohon

duh saya gak ngebayangin kalau digigit anjing-harus kerumah sakit-suntik rabies gimana *mulai mikir kejauhan

saya teriak sampai ada salah satu pemilik penginapan dekat situ keluar sambil ngusir anjing2 yang lagi enjoy ngejar2 saya , sampai bule yang tadi lagi jalan pun nengok dan berhenti.. setelah gak kedengeran gonggongan anjingnya, saya pun berhenti dan bersyukur anjing gak ngejar lagi.. tapi jantung ini masih saut-sautan.. deg degan abisss , jalan sudah mulai gontai *lemesss
si bule nunggu saya, tanya kenapa saya lari?
menurut looo?? hahaha.. dia bilang seharusnya saya kalem aja dan jalan seperti biasa, anjing gak akan ngejar atau gonggong lagi
tapi itu cuma teori jendral! kalau takut mau gimana lagi.. dan ternyata si bule yang namanya chris dari california ini satu penginapan dengan saya. kayaknya dia bingung kenapa saya tadilari dan teriak-teriak, hahaha
akhirnya saya ke penginapan di temani chris dengan lewat jalan yang berbeda dengan kaki mendadak kram dan jantung yang masih empot-empotan *duh bahasa apa ini ?? ;p


begitulah hari pertama saya dibangkok yang sangat berkesan :))



Pengeluaran Day 1
day 1 :
damri royale bus : 50.000
snack :15.000
airport tax : 150.000

bus 59 (don mueang-vic monument) : 6,5 baht
bus 511 (petchburi-ratchadamnoen) : 6,5 baht
penginapan for 2 days : 240 baht
air @ sevel : 6 baht (kecil) 13 baht (besar) : 19 baht
sim card happy tourist : 300


0 comments:

Post a Comment

 

Google+ Badge

There was an error in this gadget

Meet The Author

enno.andri karena sebelum lupa, memori yang menyenangkan saya tulis di blog ini, banyak foto, cerita yang panjang. selamat membaca :)

MY CRAFT BLOG