budget traveling JOGJAKARTA - Day 2

hari kedua dimulai dengan bangun kesiangan :p

tujuan hari ini : borobudur dan prambanan

baru beberapa langkah dari hotel dan mau rekam video, Dang!! batere kamera lowbat.. :'( 
langsung lari ke kamar ambil chargeran berharap ketemu 'colokan' buat ngecharge tetapi berakhir dengan seharian penuh menenteng kamera lowbat

oia pagi itu sebelum ke halte TJ, saya memang niat mau sarapan dulu, dan begitu keluar dari gang sosrokusuman, ada 1 gerobak pecel yang lagi ramai dan antri, tepatnya di depan mal malioboro, karena mall belum buka, jadi lahan parkirannya digunakan untuk jualan pecel ini, namanya pecel berkat. rasanya?? endessss alias enakkk, tapi memang buat saya pedas sekali, selain itu harganya juga murah. dan menurut saya dan teman-teman pecel ini jauh lebihhh  enak dibanding yang ada di depan pasar beringharjo itu. ini soal selera yaa, tapi sayangnya hanya ada di pagi hari sebelum mall buka

Untuk ke borobudur cukup mudah, naik TJ (Trans Jogja) dari depan malioboro ke terminal jombor ,petugas TJ dengan sigap tanya kita mau kemana, waktu saya bilang mau ke borobudur, dia langsung kasih kertas yang isinya informasi untuk transit di halte mana, dan sambung TJ yang mana. sampai dikasih tau harus naik bus apa dari jombor ke terminal borobudur. sepertinya kertas-kertas ini sudah disiapkan buat para pengguna TJ yang mau ke borobudur *good point

Sampai di teminal jombor, sudah banyak kondektur bus yang teriak 'borobudur'.. jadi kita dengan mudah tau dimana letak bisnya ..saya biasa naik kopaja2 rollercoaster di jakarta. Tapi naik bus ke borobudur ini berasa lebih horor, supirnya ngebut dan nyalip terus dan kanan kiri adalah sawah yang letaknya jauh di bawah.

Bus sempat berhenti di suatu terminal (lupa namanya), dan kebanyakan penumpang turun, tapi untuk ke borobudur tetap saja duduk di kursi penumpang, karena beberapa menit kemudian setelah bus terisi penumpang, bus melanjutkan perjalanan ke terminal borobudur

Sampai di terminal borobudur serangan dari tukang delman dan becak pun menyerbu
duhh sampai capek nolaknya, jarak dari terminal borobudur ke pintu masuk candi borobudur gak jauh kok, tetapi memang iyaa panaaasss. kalau mau naik delman biasanya mereka kasih tarif  10.000-20.000 tapi kamu harus bayar pakai uang pas yaa. khawatir mereka akan bilang tidak ada kembalian *ini juga modus beberapa tukang becak di sekitar malioboro

Sampai borobudur serangan pedagang makin menggila!! sepertinya setiap kita melangkah ada saja yang menawarkan dagangan, dari mulai makanan, topi, kaos dll. sebenernya gak ada salahnya sih karena mereka hidup dari situ juga .. tapi kalau lebih tertata, rapih dan ra mekso pasti lebih nyaman untuk pengunjung. satu cerita, saya sempat beli makanan berupa jenang (dodol) ke salah satu pedagang .. owalahh langsung diserbu oleh pedagang yang lain, bahkan ada yang sampai sedikit memaksa :(
kedua teman saya, meu dan nae di borobudur !!


Borobudur, walaupun ini sudah yang kesekian kalinya saya kesini, tapi saya tetap menikmati kemegahannya, dan kalau sudah sampai di bagian atas candi, pemandangannya sangat cantik. 
oia selama diborobudur jangan duduk di stupa-stupa ya, karena walaupun sudah banyak tulisan terpampang dan ada guide yang menegur jika ada yang duduk di stupa, tetap saja masih banyak yang duduk santai seakan di kursi taman. 

Sebenernya saya tidak terlalu lama di borobudur, cuma perjalanan ke borubudurnya sendiri cukup memakan waktu. Setelah puas menikmati borobudur, saya menempuh jalur yg sama untuk sampai ke terminal jombor
oia ada yang menarik, sewaktu berangkat tarif bus dipatok 15000/orang, tetapi ketika pulang, saya duduk terpisah dari kedua teman saya, ketika di tagih ongkos saya keluarkan uang 20000 dan dikembalikan 10000. Sesudah sampai jombor saya tanya teman saya di tagih ongkos berapa, mereka bilang mereka kasih 30000 dan tidak ada kembalian. sepertinya tarif dibedakan antara orang lokal sama wisatawan.
jadi kalau kamu mau ke borobudur cukup siapkan ongkos bus 10000 saja :)

Jalan pulang lumayan macet parah + hujan. Jadi kita sampai jombor sudah sore, ditambah naik trans jogja yang transit beberapa kali, dan transit terakhir di daerah maguwo kita sampai menunggu sekitar 45 menit. Sampai terminal prambanan sudah jam 5 sore, pastilah prambanan sudah tutup, jadi kita cuma memandang prambanan dari kejauhan.

Asiknya trans jogja itu, selain murah jalurnya juga menjangkau beberapa tempat wisata populer di jogja.

Saya kembali ke penginapan untuk istirahat dan bersih-bersih sebelum mau malam mingguan di malioboro + alun-alun kidul, atau anak gaul jogja biasa menyebutnya alkid.

Misi saya malam ini adalah mau mencoba kopi joss. Karena penasaran saja sih sama rasanya.

Jam 8 malam kita keluar, menikmati malioboro yg lain dari malam-malam sebelumnya, malam minggu ini ramaiiii sekaliiiii. Orang-orang, supir delman dan becak tumpah ruah, saya dan teman menyempatkan berfoto di depan plang jl.malioboro, ini mainstream sekali sih, tapi gakpapa deh, karena berkali kali ke jogja belum pernah foto disini *antrii sekali mau foto disini
seniman-seniman jogja yang turun ke jalan

naik becak pun, macet!

sesudah itu dilanjutkan dengan window shopping ke beberapa toko souvenir, saya dan teman-teman mau mencoba naik delman ke alkid, setelah tanya berapa tarif delman malioboro-alkid bolak balik, dan dijawab oleh kusirnya 150.000 dan tentu saja kita urung naik delman, dan langsung mencari opsi lain, becak!! dan akhirnya dapat harga becak sebesar 40.000 bolak balik..
sepanjang jalan ke alkid, jalanan tidak terlalu ramai setelah lewat dari 'the famous malioboro', banyak angkringan pinggir jalan cukup banyak pengunjung yang tiba-tiba bikin saya laparrr, sampai beberapa meter sebelum alkid macet total!

di alkid sudah sangat ramai sekali, hampir semua angkringan penuh, sepeda dengan lampu-lampu hias wara wiri, beringin kembar pun gak kalah ramai, saya duduk di salah satu angkringan dan langsung pesan kopi joss, rasanya? saya bukan penggila kopi sih, tapi buat saya rasanya biasa saja, hehe, kayak kopi biasa.
kopi joss 
dan salah satu hal yang belum pernah saya coba adalah mencoba melewati beringin kembar. yup ada mitos yang bilang kalau kta bisa melewati beringin kembar dengan menutup mata, maka hati kita bersih.. saya sih bukan tipe yang percaya sama mitos-mitos seperti ini, tetapi gak ada salahnya kan di coba, biar kalau ditanya udah pernah belum tutup mata lewatin beringin kembar? jawabannya : sudah dan hasilnya fail! hehehe
kita semua gagal jalan lurus di beringin kembar 


dan sesudahnya kita bertiga sudah duduk lagi di depan angkringan untuk makan malam, duh angkringan tuh tipe-tipe makanan yang di cari anak-anak kos/kuliahan sekali deh ,murah dan enak. saya sih menikmati sekali makan di angkringan ini, kalau lagi jalan-jalan tuh makan di angkringan aja berasa spesial, berasa senang, saya sampai habis beberapa ceker ayam, tetapi sepertinya tidak dengan kedua teman saya, terbukti sebelum ke hotel minta makan lagi di MCD :)

naik becak lagi sampai malioboro, dan sekali lagi yaa bayar pakai uang pas, kalau kamu tidak mau dengar alasan tidak ada kembalian :)

jam 1 pagi, maliboro sudah sepi..
ah besok hari terakhir di jogja.

0 comments:

Post a Comment

 

Google+ Badge

There was an error in this gadget

Meet The Author

enno.andri karena sebelum lupa, memori yang menyenangkan saya tulis di blog ini, banyak foto, cerita yang panjang. selamat membaca :)

MY CRAFT BLOG